Oleh: myazmisejarah.my.id
Tahun ajaran 2026/2027 menghadirkan angin segar bagi pembelajaran Sejarah di jenjang SMA/MA. Meskipun secara kurikulum tidak ada perubahan besar dengan tetap berlakunya Kurikulum Merdeka dan Kurikulum 2013 (K13) untuk daerah 3T, pendekatan pembelajaran mengalami transformasi signifikan. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengarahkan pembelajaran, termasuk Sejarah, dengan pendekatan Deep Learning (Pembelajaran Mendalam) . Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana kurikulum Sejarah tahun pelajaran 2026/2027 diimplementasikan untuk kelas X, XI, dan XII, dilengkapi dengan materi pokok dan strategi inovatif yang membuat sejarah hidup kembali.
1. Pendekatan Deep Learning: Jiwa Kurikulum Sejarah 2026/2027
Pendekatan Deep Learning menjadi landasan utama pembelajaran Sejarah di tahun ajaran 2026/2027. Pendekatan ini menekankan tiga pilar utama :
Mindful Learning (Berkesadaran): Siswa fokus dan terarah pada tujuan pembelajaran serta memahami peran mereka sebagai pembelajar aktif. Guru merancang kegiatan awal yang membantu siswa mengorganisir pengetahuan, seperti melalui peta konsep .
Meaningful Learning (Bermakna): Materi sejarah disajikan secara kontekstual dan relevan dengan kehidupan nyata siswa, sehingga mereka dapat melihat hubungan antara peristiwa masa lalu dengan identitas dan kehidupan mereka saat ini .
Joyful Learning (Menggembirakan): Suasana belajar positif, menantang, dan partisipatif diciptakan sehingga siswa antusias dan tidak merasa bosan. Aktivitas kompetitif ringan, permainan digital, dan eksplorasi di luar kelas menjadi bagian dari strategi ini .
Buku teks Sejarah terbaru telah dirancang untuk mendukung pendekatan ini, dengan proses belajar tiga tahap: memahami, mengaplikasikan, dan merefleksi . Buku "Kompeten Sejarah SMA/MA" bahkan mencantumkan "Seri Deep Learning" sebagai bagian dari identitasnya .
2. Alur Capaian Pembelajaran (CP) per Fase
Berdasarkan Capaian Pembelajaran (CP) terbaru yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025, materi Sejarah di SMA dibagi menjadi tiga fase sesuai jenjang :
2.1. Kelas X (Fase E): Fondasi Berpikir Sejarah
Pada fase ini, peserta didik diperkenalkan dengan konsep-konsep dasar ilmu sejarah dan sejarah awal peradaban di Nusantara . Berdasarkan modul ajar dan ATP dari berbagai sekolah, materi kelas X mencakup :
Elemen capaian pembelajaran Fase E menekankan Pemahaman Konsep Sejarah dan Keterampilan Proses Sejarah. Siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga mampu menganalisis hubungan sebab-akibat, menafsirkan sumber sejarah, dan menyajikan hasil analisis secara kreatif .
2.2. Kelas XI (Fase F - Semester 1): Perlawanan dan Pergerakan Nasional
Memasuki fase F, materi sejarah Indonesia semakin kompleks dengan fokus pada era kolonialisme hingga pergerakan kebangsaan. Berdasarkan referensi dari SMA Negeri 1 Magelang, materi kelas XI mencakup :
| Bab/Tema | Materi Pokok |
|---|---|
| Kolonialisme dan Perlawanan Bangsa Indonesia | Kedatangan bangsa Eropa, sistem tanam paksa, perlawanan rakyat di berbagai daerah (Perang Diponegoro, Perang Padri, dll.). |
| Pergerakan Kebangsaan Indonesia | Lahirnya organisasi pergerakan (Budi Utomo, Sarekat Islam, Indische Partij, dll.), Sumpah Pemuda, dan nasionalisme Indonesia. |
| Masa Pendudukan Jepang | Dampak pendudukan Jepang, pembentukan organisasi militer dan semi-militer, dan persiapan kemerdekaan. |
| Proklamasi Kemerdekaan | Peristiwa Rengasdengklok, perumusan teks Proklamasi, dan makna kemerdekaan. |
Pada tahap ini, pembelajaran diarahkan untuk mengembangkan Historical Thinking Skill yang lebih tinggi, seperti kemampuan menafsirkan peristiwa sejarah secara kritis dan reflektif .
2.3. Kelas XII (Fase F - Semester 2): Indonesia di Tengah Dinamika Global
Materi kelas XII membawa siswa pada pemahaman tentang peran Indonesia dalam percaturan dunia serta isu-isu sejarah kontemporer :
3. Inovasi Pembelajaran: Menghidupkan Sejarah di Kelas
Salah satu tantangan terbesar dalam pelajaran sejarah adalah anggapan bahwa sejarah itu membosankan . Untuk mengatasi hal ini, pendekatan Deep Learning mendorong berbagai inovasi, seperti yang dipraktikkan di SMA Negeri 6 Surakarta :
Permainan Pencarian Kata: Siswa mencari kata kunci dan menjelaskan definisinya, mendorong konstruksi pemahaman secara kompetitif.
Kuis Gamifikasi: Menggunakan platform digital seperti ZepQuiz untuk menciptakan pengalaman belajar yang seru dan kompetitif. Contohnya, permainan "Lari dari Ruang Kelas" di mana siswa berlarian di lorong untuk menemukan jawaban .
Eksplorasi di Luar Kelas dengan Barcode: Siswa mencari materi yang ditempel di luar kelas, memindai barcode, dan mempresentasikannya.
Kuis Model Arisan: Soal dibagikan secara acak, menciptakan suasana cair dan membuat semua siswa tetap siaga.
Menggambar Peta dan Jalur Migrasi: Mengintegrasikan disiplin ilmu lain seperti geografi dan seni rupa untuk memvisualisasikan materi .
Model-model pembelajaran aktif seperti Project-Based Learning, Problem-Based Learning, dan Discovery Learning juga direkomendasikan untuk menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student-centered) .
Selain itu, terdapat perubahan signifikan pada mata pelajaran bahasa. Pada tahun ajaran 2026/2027, mata pelajaran "Bahasa Indonesia" resmi berubah nama menjadi "Bahasa dan Sastra Indonesia" untuk jenjang SD, SMP, dan SMA/SMK. Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengembalikan sastra sebagai pilar utama dalam pembentukan karakter dan kemampuan berpikir kritis siswa .
4. Sumber Belajar Baru: Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid
Tahun 2026 juga menjadi momen penting dengan hadirnya Buku Sejarah Indonesia 10 Jilid. Buku setebal 10 jilid ini melibatkan 123 penulis dari 34 perguruan tinggi dan 11 lembaga non-perguruan tinggi . Menteri Kebudayaan Fadli Zon memastikan buku ini akan tersedia secara gratis dalam format PDF melalui situs resmi Kementerian Kebudayaan . Dosen UGM, Agus Suwignyo, menilai peluncuran buku ini akan mengubah pelajaran sejarah di sekolah dan membuka narasi yang lebih luas tentang masa lalu Indonesia .
5. Perubahan Asesmen: Menuju Tes Kemampuan Akademik (TKA)
Asesmen di tahun ajaran 2026/2027 juga mengalami perubahan. Melalui Peraturan Mendikdasmen No. 95/M/2025, Ujian Nasional (UN) diubah menjadi Tes Kemampuan Akademik (TKA). Meskipun tidak wajib dan bukan standar kelulusan, TKA akan menjadi indikator penilaian Jalur Prestasi Masuk PTN (SNBP) . Untuk jurusan IPS, mata pelajaran Sejarah menjadi salah satu mata ujian pilihan yang diujikan dalam TKA .
6. Profil Pelajar Pancasila: Muara Pendidikan Sejarah
Seluruh pembelajaran Sejarah diarahkan untuk mewujudkan Profil Pelajar Pancasila. Peserta didik diharapkan memiliki karakter :
Beriman, Bertakwa, dan Berakhlak Mulia: Membiasakan berdoa dan mensyukuri peninggalan sejarah.
Berbhinekaan Global: Memahami akulturasi budaya dan menghargai keberagaman.
Gotong Royong: Bekerjasama dalam diskusi dan proyek kelompok.
Mandiri: Aktif mencari informasi dan menyelesaikan tugas secara bertanggung jawab.
Bernalar Kritis: Menganalisis hubungan sebab-akibat dalam peristiwa sejarah.
Kreatif: Menyajikan hasil analisis dalam bentuk visual kreatif seperti poster, infografis, atau media digital

Posting Komentar untuk "Kurikulum Sejarah 2026/2027 untuk Kelas X, XI, dan XII: Menghidupkan Pembelajaran Mendalam"