Jejak Peradaban Awal Nusantara: Dari Hindu-Buddha hingga Masuknya Islam

 

MODUL SEJARAH KELAS X SEMESTER GENAP

Tahun Pelajaran 2025/2026
Kurikulum Merdeka (Fase E)

Bab 2: Jejak Peradaban Awal Nusantara (Hindu-Buddha)

A. Proses Masuknya Pengaruh Hindu-Buddha

Kebudayaan Hindu-Buddha masuk ke Nusantara secara damai melalui interaksi perdagangan. Ada beberapa teori tentang siapa pembawa agama ini :

  1. Teori Brahmana (Van Leur): Para pendeta Brahmana diundang oleh penguasa lokal untuk melakukan upacara keagamaan.

  2. Teori Ksatria (C.C. Berg & J.L. Moens): Para prajurit (ksatria) yang mendirikan koloni atau kerajaan di Nusantara.

  3. Teori Waisya (N.J. Krom): Golongan pedagang yang paling berperan dalam menyebarkan pengaruh.

  4. Teori Arus Balik (F.D.K. Bosch): Orang Indonesia yang belajar ke India lalu kembali menyebarkan ilmunya.



B. Kerajaan-Kerajaan Bercorak Hindu-Buddha

Periode kerajaan Hindu-Buddha berlangsung dari abad ke-5 Masehi hingga runtuhnya Majapahit pada 1478 M . Berikut kerajaan terpenting:

  1. Kerajaan Kutai (Kalimantan Timur): Kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Bukti sejarahnya berupa 7 buah Prasasti Yupa (tugu batu) yang ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Isinya menceritakan Raja Mulawarman yang sangat dermawan .

  2. Kerajaan Tarumanegara (Jawa Barat): Dikenal melalui prasasti-prasasti seperti Ciaruteun yang bergambar telapak kaki Raja Purnawarman.

  3. Kerajaan Sriwijaya (Sumatera): Kerajaan maritim terbesar. Sriwijaya menjadi pusat pendidikan agama Buddha yang terkenal di Asia, banyak dikunjungi musafir Cina seperti I-Tsing .

  4. Kerajaan Mataram Kuno (Jawa Tengah): Penghasil candi-candi megah.

  5. Kerajaan Majapahit (Jawa Timur): Puncak kejayaan pada masa Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada, yang mengucapkan Sumpah Palapa untuk menyatukan Nusantara .

Ilustrasi Gambar: Prasasti Yupa (replika) atau Gambar Candi Borobudur (peninggalan Mataram Kuno/Sailendra) serta Peta Wilayah Kekuasaan Sriwijaya dan Majapahit.

C. Akulturasi Kebudayaan Nusantara dengan Hindu-Buddha

Bangsa Indonesia tidak meniru budaya India mentah-mentah, melainkan memadukannya dengan budaya asli (Local Genius). Contohnya :

  • Arsitektur Candi: Bentuk punden berundak (asli Indonesia) dipadukan dengan stupa India (Contoh: Candi Borobudur).

  • Seni Pertunjukan: Wayang Kulit (cerita Ramayana/Mahabharata diadaptasi dengan filosofi Jawa).

  • Sistem Pemerintahan: Konsep Dewa-Raja (raja dianggap titisan dewa, bukan kasta seperti di India).

Ilustrasi Gambar: Perbandingan bentuk Candi Borobudur (berundak) dengan Candi di India untuk menunjukkan perbedaan arsitektur.


Bab 3: Masuk dan Berkembangnya Islam di Nusantara

A. Teori dan Jalur Masuknya Islam

Berbeda dengan Hindu, Islam masuk ke Nusantara dibawa langsung oleh para pedagang dari Gujarat (India), Persia, dan Arab pada abad ke-7 hingga ke-13 Masehi. Prosesnya berlangsung damai melalui:

  1. Perdagangan: Para saudagar muslim singgah di pelabuhan-pelabuhan pesisir.

  2. Perkawinan: Pedagang menikah dengan putri bangsawan lokal.

  3. Pendidikan (Pesantren): Ulama mendirikan lembaga pendidikan.

  4. Kesenian: Sunan Kalijaga menggunakan wayang dan gamelan untuk berdakwah .

B. Kerajaan Islam Pertama dan Kesultanan Besar

  • Kerajaan Samudera Pasai (Sumatera): Kerajaan Islam pertama di Indonesia (abad ke-13). Rajanya bernama Sultan Malik al-Saleh .

  • Kesultanan Demak (Jawa): Kerajaan Islam pertama di Jawa, didirikan oleh Raden Patah. Demak menjadi pusat penyebaran Islam melalui peran Wali Songo .

  • Kesultanan Aceh, Banten, dan Mataram Islam: Mencapai puncak kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda (Aceh), Sultan Ageng Tirtayasa (Banten), dan Sultan Agung (Mataram) .

Ilustrasi Gambar: Peta penyebaran Islam abad ke-15/16 yang menunjukkan daerah pesisir (Sumatera, Jawa Utara, Maluku) sebagai pintu masuk. Foto Masjid Demak yang menunjukkan arsitektur atap tumpang khas Jawa (hasil akulturasi).

C. Akulturasi Islam dengan Budaya Lokal

Sama seperti Hindu, Islam juga beradaptasi dengan budaya lokal, misalnya:

  • Masjid: Masjid Demak memiliki atap tumpang (pengaruh Jawa) bukan kubah (Timur Tengah) .

  • Kesenian: Wayang kulit masih digunakan tetapi ceritanya diisi nilai-nilai Islam. Tari Saman (Aceh) juga merupakan media dakwah .

  • Aksara: Penggunaan huruf Arab Pegon untuk menulis bahasa Jawa.


Tugas Projek (P5)

Buatlah Infografis Digital (menggunakan Canva) berjudul "Perbandingan Akulturasi: Candi vs Masjid Kuno di Indonesia" .

  1. Carilah gambar 1 candi (misal: Borobudur/Prambanan) dan 1 masjid kuno (misal: Masjid Demak).

  2. Beri penjelasan di bagian "Unsur Asli Lokal" dan "Unsur Asing (India/Arab)" pada kedua bangunan tersebut.

Sumber Referensi:

  • Buku Siswa Sejarah Kelas X, Kemendikbudristek.

  • Grid.id dan Tribunnews untuk materi tambahan

Posting Komentar untuk "Jejak Peradaban Awal Nusantara: Dari Hindu-Buddha hingga Masuknya Islam"