MODUL SEJARAH KELAS XII SEMESTER GENAP
Tahun Pelajaran 2025/2026
Kurikulum Merdeka (Fase F)
Bab 3: Indonesia Masa Orde Baru (1966 – 1998)
A. Latar Belakang Lahirnya Orde Baru
Orde Baru lahir sebagai reaksi terhadap ketidakstabilan politik dan ekonomi di masa akhir pemerintahan Presiden Soekarno (Orde Lama). Pemicu utamanya adalah Peristiwa Gerakan 30 September (G30S) 1965 yang dituduhkan kepada Partai Komunis Indonesia (PKI). Masyarakat, terutama mahasiswa, menuntut pembubaran PKI dan perbaikan kondisi negara melalui Aksi Tritura (Tri Tuntutan Rakyat) yang berisi:
Bubarkan PKI dan ormas-ormasnya.
Bersihkan Kabinet dari unsur-unsur G30S.
Turunkan Harga dan perbaiki ekonomi rakyat.
Puncaknya adalah keluarnya Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) pada 11 Maret 1966, di mana Presiden Soekarno memberi mandat kepada Letnan Jenderal Soeharto untuk memulihkan keamanan dan ketertiban negara. Supersemar menjadi pintu masuk transisi kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto. Pada tahun 1968, MPRS resmi mengangkat Soeharto sebagai Presiden Republik Indonesia, menandai dimulainya era Orde Baru.
B. Kebijakan Pemerintahan Orde Baru
Slogan utama Orde Baru adalah "Melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen". Untuk mencapai stabilitas nasional sebagai syarat pembangunan, Soeharto menerapkan beberapa kebijakan:
Dwikora dan Repelita: Di bidang ekonomi, pemerintah menyusun Rencana Pembangunan Lima Tahun (Repelita). Repelita I (1969-1974) fokus pada sektor pertanian menuju swasembada beras. Repelita berikutnya fokus pada industrialisasi dan pembangunan infrastruktur. Keberhasilan Repelita membuat Indonesia sempat dijuluki sebagai salah satu "Macan Asia".
Fusi Partai Politik: Untuk menyederhanakan jumlah partai, pemerintah menggabungkan partai-partai yang ada menjadi tiga kekuatan, yaitu Golkar (sebagai partai penguasa), Partai Persatuan Pembangunan (PPP), dan Partai Demokrasi Indonesia (PDI). Dalam setiap pemilu, Golkar selalu menjadi pemenang.
Penataran P4: Pemerintah mewajibkan Penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari pelajar hingga pegawai negeri, sebagai upaya penyeragaman ideologi.
Ilustrasi Gambar: Grafik atau diagram batang yang menunjukkan keberhasilan swasembada beras pada masa Orde Baru. Juga logo keempat Repelita yang ikonik pada zamannya.
C. Kelemahan dan Jatuhnya Pemerintahan Orde Baru
Meskipun berhasil menciptakan stabilitas dan pertumbuhan ekonomi, Orde Baru memiliki kelemahan mendasar, yaitu:
Otoritarianisme: Kekuasaan terpusat pada Presiden, kebebasan berpendapat dan pers dibatasi.
Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN): Praktik KKN merajalela di kalangan elite dan keluarga Cendana.
Krisis Ekonomi 1997: Krisis moneter Asia meluluhlantakkan perekonomian Indonesia. Nilai rupiah anjlok, harga barang melonjak, dan banyak perusahaan gulung tikar.
Krisis ekonomi memicu gelombang demonstrasi besar-besaran mahasiswa di seluruh penjuru negeri. Puncaknya, pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto menyatakan mundur dari jabatannya, yang diikuti oleh pengangkatannya B.J. Habibie sebagai presiden pengganti. Inilah akhir dari era Orde Baru yang berlangsung selama 32 tahun.
Ilustrasi Gambar: Foto mahasiswa berdemo di depan Gedung MPR/DPR pada Mei 1998 dengan latar belakang gedung yang terbakar. Juga foto Presiden Soeharto yang didampingi B.J. Habibie saat membacakan surat pengunduran dirinya pada 21 Mei 1998.
Bab 4: Indonesia Masa Reformasi (1998 – Sekarang)
A. Tuntutan dan Agenda Reformasi
Reformasi adalah gerakan perubahan secara bertahap untuk memperbaiki tatanan kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara yang lebih demokratis, bersih, dan berkeadilan. Tuntutan utama reformasi yang digaungkan mahasiswa adalah:
Amandemen UUD 1945 untuk membatasi kekuasaan presiden.
Penghapusan Dwi Fungsi ABRI (anggota militer tidak lagi menduduki kursi legislatif dan birokrasi).
Penegakan Hukum dan pemberantasan KKN secara tegas.
Otonomi Daerah seluas-luasnya.
Kebebasan Pers dan kebebasan berpendapat.
B. Perkembangan Politik Era Reformasi
Era Reformasi ditandai dengan pergantian kepemimpinan nasional secara demokratis melalui pemilihan umum langsung. Berikut presiden yang memerintah di era Reformasi:
| Presiden | Masa Jabatan | Kebijakan Penting |
|---|---|---|
| B.J. Habibie | 1998–1999 | Memberikan kebebasan pers, referendum Timor Timur, paket ekonomi. |
| Abdurrahman Wahid (Gus Dur) | 1999–2001 | Mencabut larangan agama Tionghoa (Imlek), membubarkan Departemen Penerangan. |
| Megawati Soekarnoputri | 2001–2004 | Pembentukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). |
| Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) | 2004–2014 | Reformasi birokrasi, pembangunan infrastruktur masif, penanganan bencana tsunami Aceh. |
| Joko Widodo (Jokowi) | 2014–2024 | Pembangunan infrastruktur (tol laut, bandara, bendungan), hilirisasi industri (nikel), pemindahan Ibu Kota Nusantara (IKN). |
C. Dampak Positif Reformasi di Berbagai Bidang
Politik: Kebebasan berserikat dan berpendapat. Pemilu langsung memilih presiden, DPR, DPD, dan kepala daerah. Partai politik berkembang pesat.
Pers dan Informasi: Kebebasan pers total. Banyak bermunculan media cetak, elektronik, dan media online. Rakyat bebas mengkritik pemerintah.
Hukum dan Pemerintahan: Lahirnya lembaga anti-korupsi (KPK) dan perbaikan sistem rekrutmen ASN (calon pegawai negeri sipil) yang lebih transparan. Otonomi daerah memberikan kewenangan lebih luas kepada daerah untuk mengatur rumah tangganya sendiri.
Ilustrasi Gambar: Kolase foto para presiden era Reformasi dari B.J. Habibie hingga Joko Widodo. Juga foto pelaksanaan Pemilu langsung di mana rakyat mengantre di bilik suara, serta ilustrasi grafik pemberantasan korupsi oleh KPK (misalnya: penangkapan para menteri atau pejabat negara).
Tugas Projek (P5)
Judul: "Dari Supersemar Menuju Reformasi: Poster Timeline Perjuangan Bangsa"
Tugas:
Buatlah sebuah Poster Digital Timeline (menggunakan Canva, PowerPoint, atau aplikasi lainnya) yang memuat garis waktu peristiwa penting dari lahirnya Orde Baru hingga lengsernya Presiden Soeharto pada 1998.
Langkah-langkah:
Pilih 3-5 peristiwa kunci (contoh: Supersemar 1966, Pemilu 1971, Peristiwa Malari 1974, Krisis Moneter 1997, Reformasi 1998).
Untuk setiap peristiwa, sertakan:
Judul dan tahun kejadian.
Penjelasan singkat (apa yang terjadi dan mengapa itu penting).
Ilustrasi/gambar pendukung (foto sejarah atau ilustrasi).
Tambahkan refleksi singkat di bagian bawah poster: "Hikmah apa yang dapat saya petik dari peristiwa lengsernya Soeharto dan lahirnya Reformasi?"
Tujuan: Melatih kemampuan berpikir kronologis (diakronis), analisis kausalitas, serta kreativitas dalam menyajikan konten sejarah.
Sumber Referensi:

Posting Komentar untuk "Indonesia Masa Orde Baru dan Reformasi"